Home Peristiwa Bencana Alam Alat Deteksi Pergerakan Tanah Sederhana Jadi Solusi Fenomena di Pegunungan Menoreh

Alat Deteksi Pergerakan Tanah Sederhana Jadi Solusi Fenomena di Pegunungan Menoreh

SHARE
Ilustrasi pegunungan
Ilustrasi pegunungan

Magelang – Fenomena tanah retak sudah terjadi sejak kira-kira setahun belakangan di Pegunungan Menoreh, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Tanah retak membuat dinding ruang kelas, ruang guru, teras, dan dinding pagar sekolah MA Al-Iman di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, terlihat retak-retak.

Bangunan sekolah tersebut terdiri dari 11 ruang kelas. Total jumlah siswa MA Al-Iman terdiri dari 154 orang. Fenomena ini harus segera diatasi agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Fenomena ini telah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Magelang agar dapat dilakukan tindakan antisipatif. Kepala Dusun Selorejo, Desa Ngargoretno, Samsudin, mengatakan bahwa warga berinisiatif untuk memasang alat pendeteksi pergerakan tanah yang sederhana. Alat yang ditempatkan di titik-titik rawan tanah bergerak itu terbuat dari kayu.

Menurut Kepala Tata Usaha Yayasan Perguruan Al Iman, Muttaqin, panjang retakan mencapai 10 meter dengan lebar dari 1 hingga 5 cm. Paralon air di sekolahan tersebut sampai pecah karena fenomena tanah retak.

Muttaqin menilai kondisi sekolah tersebut sangat mengkhawatirkan. Apalagi, bangunan sekolah adalah bangunan tua tahun 1985.

“Ada beberapa dampak yang muncul, seperti lantai mengalami retak dan sudut pagar pembatas mengalami lepas. Di salah satu sudut sekolah, lantai juga terlihat ambles. Sudah ditambal, tapi tanah terus retak,” ungkap Muttaqin, dilansir Kompas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here