Home Berita Pilihan Pelaku Penganiayaan Guru Diperbolehkan Ikut Ujian Nasional

Pelaku Penganiayaan Guru Diperbolehkan Ikut Ujian Nasional

SHARE
Ilustrasi anak sekolah (foto: eurekapendidikan.com)
Ilustrasi anak sekolah (foto: eurekapendidikan.com)

Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman, mengatakan bahwa siswa kelas XII SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, berinisial MH masih memperoleh haknya untuk mengikuti Ujian Nasional. MH adalah siswa yang menganiaya Ahmad Budi Cahyono, guru SMA tersebut, hingga tewas.

“Dia (MH) ini masih tetap berstatus siswa, karena ini sudah mendekati ujian,” kata Saiful Rachman, di Surabaya, Jumat (2/1), dilansir Tempo.

Meskipun kepolisian sedang memeriksa MH dan proses hukum tetap berjalan, dia tetap akan dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan pada 19-22 April 2018. Saat ini, MH sudah terdaftar di tingkat nasional sebagai peserta ujian nasional.

Meski demikian, UNBK bukanlah syarat kelulusan siswa SMA. Untuk dapat lulus, siswa setidaknya harus mendapatkan nilai minimal kelulusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Kelulusan siswa akan ditentukan oleh sekolah dan dewan guru. Salah satu syarat kelulusan adalah nilai perilaku harus minimal B. Jika siswa mendapatkan nilai di bawah B, dia dinyatakan tidak lulus.

Saiful merasa prihatin dengan kejadian penganiayaan guru oleh murid hingga tewas. Dia berharap kasus ini menjadi kasus terakhir yang terjadi di Jawa Timur dan di Indonesia.

“Kami berharap, kasus ini yang pertama dan terakhir terjadi di Jatim. Ini pelajaran besar bagi dunia pendidikan, kita tentu tidak ingin ada kasus semacam ini lagi,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here