Home Berita Pilihan Ini Penyebab Terowongan Soetta Longsor

Ini Penyebab Terowongan Soetta Longsor

SHARE
Sejumlah petugas gabungan dari badan SAR dan Pemadam Kebakaran Bandara Soetta melakukan evakuasi terhadap korban longsor tembok under pass perlintasan Kereta Bandara Soetta di kawasan Parimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (5/2) malam. Hingga Foto ini disiarkan petugas gabungan masih melakukan evakuasi satu orang pengendara motor dan dua orang yang berada dalam satu mobil, ambruknya dinding under pass tersebut diduga karena kurang kuatnya konstruksi serta curah hujan yang tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc/18.
Sejumlah petugas gabungan dari badan SAR dan Pemadam Kebakaran Bandara Soetta melakukan evakuasi terhadap korban longsor tembok under pass perlintasan Kereta Bandara Soetta di kawasan Parimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (5/2) malam. Hingga Foto ini disiarkan petugas gabungan masih melakukan evakuasi satu orang pengendara motor dan dua orang yang berada dalam satu mobil, ambruknya dinding under pass tersebut diduga karena kurang kuatnya konstruksi serta curah hujan yang tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc/18.

Bandung – Terowongan (underpass) rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, perimeter KM 8+6/7 jalur Bandara Soetta-Batuceper longsor pada Senin (5/2). Penyebab terowongan longsor ini bukan karena faktor alam melainkan karena kegagalan civil engineering terhadap beban beton penahan jalan.

Penyebab longsor itu dikemukakan oleh Rudy Suhendar selaku Kepala Badan Geologo Kementerian ESDM dalam jumpa pers di Bandung, Selasa (6/2).

“Yang di Soekarno Hatta lebih kepada teknik sipil, bukan geologi,” sambung Rudy, dilansir CNN Indonesia.

Longsornya underpass rel kereta bandara itu menewaskan seorang warga bernama Dyanti Dyah Ayu. Dia meninggal dunia di RS Mayapada, Tangerang, setelah sempat menjalani perawatan sekitar tiga jam. Dia terjebak di dalam mobil yang dikendarainya selama sembilan jam dan baru berhasil dievakuasi pada Selasa sekitar pukul 03.00 WIB.

Polisi Resor Bandara Soekarno-Hatta menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Selasa. Kapolres Bandara Soetta, AKB Akhmad Yusep Gunawan, mengatakan bahwa pihak Pusat Laboratorium Forensik Polri turut serta membantu olah TKP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here