Home Berita Pilihan Polisi Gerebek Toko Obat Ilegal di Bekasi

Polisi Gerebek Toko Obat Ilegal di Bekasi

SHARE
Ilustrasi obat PCC
Ilustrasi obat PCC

Bekasi – Polisi menggerebek sebuah toko obat yang menjual obat-obatan ilegal di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Bekasi Timur, pada Sabtu (24/2) lalu. Polisi mendapatkan laporan dari warga bahwa toko obat tersebut sering menjual obat keras kepada para remaja tanpa menggunakan resep dokter (ilegal).

Polisi menangkap tiga tersangka dengan inisial NI (21), AY (27), dan M (42). Ketiganya mengaku sudah menjalankan bisnis terlarang ini selama tiga tahun.

“Tersangka M yang jadi pengelola dan memasok obat, AY dan NI yang melayani pembeli,” kata Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung Iswanto, di Mapolsek Bekasi Timur, Rabu (28/2) kemarin.

Toko obat ilegal itu menjual di antaranya obat tramadol seharga Rp10.000,00 per 3 butir, eximer Rp20.000,00 per butir dengan kemasan plastik, alparzolam (termasuk narkotika golongan IV) Rp30.000,00 per 5 butir.

Para pelaku mengaku untung Rp2,2 juta per hari dari penjualan obat-obatan ilegal ini. Para konsumen terdiri dari pelajar dan pemuda.

Usai memeriksa ketiga tersangka, diketahui bahwa M mendapatkan pasokan obat-obatan dari seseorang bernama Herman. Saat ini, polisi tengah mencari Herman karena tidak bisa dihubungi.

“Mungkin untuk memutus mata rantai pemasok. Pengakuan ini juga masih terus kami dalami,” ucap Agung.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 162 butir kapsul warna hijau kuning tranadol, 643 butir tramadol berwarna putih, 472 tablet eximer warna kuning, 32 butir alparzolam 50 mg dan 1 mg, 45 butir tablet tramadol 50 mg dan uang tunai Rp 2,238 juta. Para tersangka dituntut dengan Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juncto pasal 55 ayat (1) KUHP dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here