Home Berita Pilihan Tol Solo-Ngawi Bakal Bisa Digunakan Lebaran Mendatang

Tol Solo-Ngawi Bakal Bisa Digunakan Lebaran Mendatang

SHARE
Gerbang tol Salatiga. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Gerbang tol Salatiga. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Surakarta – Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya, David Wijayatno, pada Rabu (14/3) petang mengatakan bahwa para pemudik Lebaran 2018 akan dapat menggunakan ruas jalan tol baru Solo-Ngawi sepanjang 90 kilometer. David mengaku ruas jalan tol tersebut akan telah dapat beroperasi secara penuh jelang Lebaran.

Pembangunan ruas jalan tol Solo-Ngawi dibagi menjadi dua yaitu Solo-Sragen dan Sragen-Ngawi. Diperkirakan, pada akhir bulan Maret 2018, konstruksi ruas jalan tol Solo sampai dengan Sragen sudah selesai. Ruas jalan tol Solo-Sragen panjangnya 35 kilometer.

“Kalau sudah selesai maka ruas ini pada April sudah bisa operasional,” ungkap David, dilansir Kompas.

Sementara itu, pembangunan ruas jalan tol Sragen-Ngawi masih menemui beberapa kendala. Tujuh offerit overpass belum dapat dibangun karena terkendala pembebasan lahan.

Untuk mengatasi hal tersebut, SNJ mendorong PPK lahan dan BPN segera menuntaskan proses pembebasan lahan. Diharapkan, konstruksi lahan sudah tuntas pada awal Mei agar tol bisa beroperasi sebelum puasa.

Tol Solo-Ngawi rencananya akan mempunyai delapan gerbang. Pengerjaan gerbang tol ini dilakukan secara bertahap.

Lima gerbang akan dibangun sebagai tahap pertama pembangunan delapan gerbang tol. Kelima gerbang tol tersebut meliputi jalur Ngasem-Kartasura, Klodran, Karanganyar, Sragen, dan Ngawi. Bandara Adi Soemarmo dan Gondangrejo (Jalan Solo-Purwodadi) akan menjadi lokasi gerbang tol selanjutnya.

Kemudian, di daerah Sragen Timur tepatnya di Sambung Macan, akan dibuka gerbang selanjutnya. Gerbang ini merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Sragen yang telah disetujui Menteri Pekerjaan Umum.

David juga menyatakan akan ada delapan rest area yang terbagi empat yaitu dari arah Solo-Ngawi dan Ngawi-Solo. Empat rest area bertipe besar dan empat lainnya kecil.

“Rest area yang besar memiliki fasilitas SPBU,” jelas David.

Penyelesaian tol Solo-Ngawi harus diundur karena sejumlah lahan belum siap. Padahal, seharusnya, Januari 2018 silam dijadwalkan sudah selesai.

Anggaran sebesar Rp11 triliun disiapkan sebagai investasi pembangunan ruas tol Solo-Ngawi. Anggaran ini sudah termasuk pembangunan ruas jalan tol Kartasura-Salatiga. Ruas jalan tol tersebut sudah 50% jadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here