Home Berita Pilihan TNI Anggap Perang Siber Tantangan Serius

TNI Anggap Perang Siber Tantangan Serius

SHARE
ilustrasi hoax (foto: istockphoto)
ilustrasi hoax (foto: istockphoto)

Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa perang siber harus ditanggapi secara serius. Kemajuan teknologi sekarang ini menyebabkan ancaman terbesar ketahanan negara bukanlah perang senjata akan tetapi penyebaran berita bohong, radikalisasi dan terorisme, serta ujaran kebencian.

“Perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi melahirkan beragam tantangan dan masalah yang muncul di bidang pertahanan dan keamanan negara. Tantangan TNI ke depan bukan hanya pengelolaan internal organisasi tetapi harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi beragam tantangan teknologi,” kata Hadi di Jakarta, Kamis (15/3), dilansir Berita Satu.

Meskipun kemajuan teknologi membawa dampak positif seperti mempercepat arus informasi dan mempermudah akses terhadap informasi, dampak negatifnya juga sangat membahayakan. Bahkan, kata Hadi, dampaknya bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat yang berdampak pada persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ancaman siber menjadi perhatian utama, mengingat lebih dari separuh penduduk dunia telah terhubung dengan dunia siber dan tiga perempat waktunya dihabiskan di dunia maya,” ujar Hadi.

Pada masa kini, penguasaan wilayah lebih bersifat virtual melalui big data. Profiling data dan analisis data memungkinkan para penyebar ajaran terorisme untuk merekrut teroris tunggal (lone wolf). Hal ini membuat potensi konflik horizontal dan vertikal di masyarakat meningkat.

Di masa yang akan datang, kekhawatiran masa depan terletak pada ketidakmampuan untuk beradaptasi terhadap informasi, bukan krisis kelangkaan pangan. Maka dari itu, salah satu tugas TNI adalah membantu kepolisian untuk mengantisipasi serangan hoax dan ujaran kebencian. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membentuk Satsiber TNI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here