Home Berita Pilihan Polisi Ungkap Keberadaan Gudang Makanan Impor Kedaluwarsa

Polisi Ungkap Keberadaan Gudang Makanan Impor Kedaluwarsa

SHARE
Polisi Mengamankan Gudang Penuh Makanan Kedaluwarsa (foto: Kompas)
Polisi Mengamankan Gudang Penuh Makanan Kedaluwarsa (foto: Kompas)

Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat mengungkap keberadaan gudang makanan impor kedaluwarsa milik PT PRS (Pandawa Rezeki Semesta) di Pergudangan Angke Indah, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebelumnya, polisi mendapatkan laporan dari warga tentang tumpukan sampah mencurigakan di sekitar gudang.

“Kami cek memang kami temukan label produk-produk barang expired yang menumpuk di sampah,” kata Kepala Subunit 2 Krimsus Polres Metro Jakbar, Iptu Steven Chang, Rabu (21/3), di lokasi, dilansir Kompas.

Direktur Utama PT PRS, RA (36), ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dimintai klarifikasi oleh Steven dan tim setelah menemukan barang-barang kedaluwarsa tersebut. Polisi juga telah menggeledah gudang.

“Kami minta keterangan katanya mau dimusnahkan tapi setelah berapa lama kami lakukan penggeledahan kami curiga ada pegawai lagi melakukan penggantian (label masa kedaluwarsa),” terangnya.

Gudang yang berada di Cengkareng, kata Steven, adalah tempat penerimaan dan peredaran produk serta penggantian label kedaluwarsa untuk beberapa label saja. Gudang lainnya yang berada di Jembatan Besi, Tambora, digunakan sebagai tempat penggantian label kedaluwarsa terbanyak.

Semua barang kedaluwarsa ini masuk secara resmi, terdaftar di Balai POM, dan mempunyai izin edar. Namun, barang-barang yang masuk tersebut kedaluwarsa, tercemar, dan labelnya diganti.

Setelah digeledah, polisi mengamankan barang bukti dari gudang di antaranya 96.060 produk makanan, satu unit mesin cetak label, satu alat press penempel tanggal, dan satu botol cairan penghapus label.

Direktur PT PRS yaitu RA (36), Kepala Gudang di Cengkareng yaitu DG (27), dan Kepala Gudang di Tambora yaitu AH (33) ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) dan (3) UURI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 143 Jo Pasal 99 UURI No.18 Tahun 2012 tentang Pangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here