Home Berita Pilihan Miras Oplosan Tewaskan Delapan Orang, Polisi Buru Pemilik Pabrik

Miras Oplosan Tewaskan Delapan Orang, Polisi Buru Pemilik Pabrik

SHARE
Pemusnahan Miras di Mapolres Jakut, Jumat 23 Desember 2016 (foto: Suara Pembaruan)
Pemusnahan Miras di Mapolres Jakut, Jumat 23 Desember 2016 (foto: Suara Pembaruan)

Jakarta – Polres Metro Bekasi memburu pria yang diduga sebagai pemilik tempat produksi minuman keras miras oplosan ginseng bernama Ali Marhatis alias Bang Brewok. Miras oplosan tersebut menewaskan delapan orang di Bekasi.

Saat rumah kontrakan Bang Brewok digerebek polisi pada Rabu (4/4) malam, dia tidak ada di sana. Rumah kontrakan tersebut beralamatkan di Jalan Setia Kawan, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

“Kesadaran warga harus ditingkatkan, bisa melalui forum RT dan RW,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto, pada Kamis (5/4), dilansir Tempo. Dia mengaku sangat kecewa karena warga setempat kurang begitu peduli dengan keberadaan tempat produksi miras oplosan di lingkungannya.

Dari hasil penggerebekan polisi, ditemukan tiga ember besar berisi miras oplosan siap dikemas ke dalam plastik bening dengan ukuran setengah liter. Polisi juga menyita air galon, biang whisky, soda, dan alkohol.

Polisi juga menangkap Nhisca Romadhoni alias Doni. Tersangka Doni mendapatkan perintah dari Bang Brewok untuk meracik miras oplosan.

Pengurus RW, Rahman, menyatakan tidak tahu mengenai aktivitas di rumah kontrakan di gang sempit itu. Rahman hanya tahu bahwa ada orang yang sering mengantar air galon ke rumah berdinding birut tersebut.

Bang Brewok tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan tersebut. Warga mengira selama ini Bang Brewok mempunyai usaha sepatu karena banyak sepatu dijual di rumahnya. Kurni, tetangga Bang Brewok, tidak mengetahui bahwa tetangganya itu mempunyai usaha miras oplosan.

Kombes Indarto mengungkapkan bahwa miras oplosan ini dijual di toko-toko jamu. Dua di antaranya sudah digerebek polisi. Polisi menangkap salah satu penjual di toko jamu di Jatisari, Ugi. Sementara itu, toko jamu di Perumahan Pondok Surya Mandala sudah tutup sejak dua hari yang lalu.

Anji, salah satu saksi, mengaku sering mendapati anak-anak muda mendatangi toko jamu di Mandala terutama di akhir pekan.

“Ramainya selepas maghrib sampai tengah malam, tidak tahu yang dibeli apa,” kata Anji.

Tersangka yang sudah tertangkap polisi dikenai Pasal 204 KUHP juncto 359 KUHP dan Undang-undang Kesehatan. Ancaman hukuman penjara kepada tersangka-tersangka ini 20 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here