Home Peristiwa Bencana Alam Status Naik Jadi Waspada, Merapi Meletus Lagi

Status Naik Jadi Waspada, Merapi Meletus Lagi

SHARE
Gunung Merapi mengeluarkan asap putih saat terjadi letusan freatik di Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (11/5). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terjadi letusan freatik Gunung Merapi disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah pada pukul 07.32 WIB. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww/18.
Gunung Merapi mengeluarkan asap putih saat terjadi letusan freatik di Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (11/5). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terjadi letusan freatik Gunung Merapi disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah pada pukul 07.32 WIB. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww/18.

Sleman – Gunung Merapi kembali mengalami erupsi berjenis freatik pada Selasa (22/5) sekitar pukul 01.47 WIB. Sebelumnya, status gunung telah ditingkatkan menjadi waspada.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, erupsi freatik yang terjadi Selasa dini hari tadi berlangsung selama tiga menit. Tinggi kolom asap letusan 3.500 meter dengan arah condong ke barat.

“Erupsi susulan tersebut juga disertai dengan suara gemuruh yang cukup keras,” kata Hanik, dilansir Berita Satu.

Berdasarkan sumber pengamatan dari Pos PGM Babadan, Magelang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) BPPTKG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), amplitudo maksimum letusan tersebut 40 mm.

BPPTKG mengeluarkan lima rekomendasi bagi masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. BPPTKG melarang segala jenis kegiatan pendakian Gunung Merapi kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian terkait upaya mitigasi bencana. BPPTKG juga melarang penduduk beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Berikutnya, BPPTKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan III untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

Hanik pun mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi dari sumber yang tidak jelas. Semua warga harus tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat. Pos-pos tersebut dapat dihubungi melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, situs www.merapi.bgl.esdm.go.id, dan media sosial BPPTKG. Masyarakat juga dapat menghubungi Kantor BPPTKG di Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta dengan nomor telepon (0274) 514180-514192.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here