Home Berita Pilihan BNN Ungkap Penggunaan Obat Batuk Komix Berlebihan Timbulkan Efek Melayang

BNN Ungkap Penggunaan Obat Batuk Komix Berlebihan Timbulkan Efek Melayang

SHARE
Ilustrasi obat PCC
Ilustrasi obat PCC

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan bahwa obat batuk Komix jika dikonsumsi dalam takaran tertentu menimbulkan efek melayang atau mabuk.

“Obat batuk Komix membuat rasa seperti melayang bila dikonsumsi minimal lima saset. Kita sudah kerja sama dengan Badan POM karena wewenang medical precursor ada di mereka,” kata Deputi Rehabilitasi BNN RI, Diah Setia Utami, Selasa (26/6), di gedung Lantai 7 BNN, Cawang, Jakarta Timur, dilansir Berita Satu.

Meskipun belum mendapatkan angka spesifik serta belum tercantum dalam undang-undang, BNN mendeteksi penyalahgunaan obat batuk Komix marak terjadi di daerah-daerah kota kecil. Diah melanjutkan, penyalahgunaan obat batuk Komix banyak ditemukan di wilayah timur Indonesia seperti Manado dan Makassar.

Pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol) merupakan jenis obat medis yang kini banyak disalahgunakan menjadi narkotika. Obat medis jenis ini, bersama dengan berbagai narkotika jenis baru, marak beredar di Indonesia akhir-akhir ini.

Para pengguna narkotika di Indonesia masih didominasi pengguna narkotika golongan amphetamine seperti ekstasi, sabu, dll.

“Meski secara trend penggunaan narkoba pada 2014 ada 22,% dan menjadi 1,7% (3,3 sampai dengan 3,8 juta orang) di 2017 dari jumlah total populasi, namun, peredaran narkotika di Indonesia kian bertambah di kategori pemakai anak-anak dan perempuan,” kata Diah.

Sementara itu, wacana legalitas penggunaan ganja untuk herbal (obat epilepsi) belum diperbolehkan melalui undang-undang. Kandungan dalam daun ganja yang bisa digunakan untuk obat epilepsi hanyalah Canabinoid atau satu dari 10 zat yang ada di ganja. Untuk dapat memanfaatkan kandungan tersebut sebagai obat ganja pun, ganja membutuhkan proses ekstraksi dengan alat khusus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here