Home Berita Pilihan 116 Warga Keracunan Makanan Pesta di Pekanbaru

116 Warga Keracunan Makanan Pesta di Pekanbaru

SHARE
Ilustrasi Keracunan Makanan (U.S. Air Force photo illustration/Airman 1st Class Daniel Brosam)
Ilustrasi Keracunan Makanan (U.S. Air Force photo illustration/Airman 1st Class Daniel Brosam)

Pekanbaru – Sebanyak 116 orang warga keracunan makanan pesta yang diadakan di Desa Kota Perambahan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (30/6). Para korban mulai melaporkan gejala keracunan pada Minggu (1/7).

“Korban ada yang mual, muntah-muntah, mencret, dan badan panas. Untuk penanganan awal, kita berikan obat-obatan seperti parasetamol, oralit, dan infus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Nurbit, Senin (2/6), dilansir Kompas.

Dia juga mengatakan bahwa data awal menunjukkan ada 100 orang yang terkena gejala keracunan. Namun, daftar korban keracunan bertambah menjadi 116 orang. Mereka terdiri dari 81 orang dewasa (39 laki-laki dan 42 perempuan), serta 35 anak-anak (18 laki-laki dan 17 perempuan).

Korban ditangani oleh enam orang dokter, 30 perawat, dan apoteker. Belasan ambulans juga dikerahkan untuk merujuk korban ke rumah sakit. Beberapa pasien diperbolehkan pulang setelah diperiksa petugas kesehatan.

Sampel makanan yang diduga menyebabkan ratusan orang keracunan itu telah dikirim ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Riau. Sampel makanan yang dikirim di antaranya adalah sampel kuah sate, estebak, cabe goreng, dan soto. Untuk dapat mengetahui penyebab keracunan, petugas membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.

Petugas berwenang akan meneliti bakteri yang terkandung dalam makanan. Melihat dari laporan warga yang keracunan berjarak sehari dari pesta, Nurbit menduga penyebab keracunan adalah bakteri atau kuman yang terkontaminasi dalam makanan yang dikonsumsi.

“Itu bisa dalam waktu tertentu. Jenis-jenis racun tertentu akan lebih cepat bereaksi tiga sampai empat jam. Tapi, kalau kuman atau bakteri inkubasinya akan bisa 12 sampai 24 jam,” ungkap Nurbit.

Belum bisa dipastikan bakteri mana yang mengandung racun maupun bakteri. Korban mengkonsumsi banyak makanan dan minuman yang disajikan tuan rumah dan catering.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here