Home Berita Pilihan 36 Siswa SD di Sulsel Tiba-tiba Dikeluarkan

36 Siswa SD di Sulsel Tiba-tiba Dikeluarkan

SHARE
Ilustrasi (foto: siap-sekolah.com)
Ilustrasi (foto: siap-sekolah.com)

Palopo – Sebanyak 36 siswa SDN 12 Langkane, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, tiba-tiba dikeluarkan secara sepihak setelah bersekolah selama dua hari. Keputusan ini membuat para orang tua melakukan protes keras. Mereka pun kompak mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Palopo, Kamis (19/7).

Jumita Jamil, salah satu orang tua murid, mengatakan bahwa keputusan sepihak tersebut sudah mempengaruhi psikologis anaknya. Dia mengaku, anaknya enggan bersekolah karena malu. Dia merasa lebih baik tidak diterima daripada sudah dua hari belajar lantas dikeluarkan.

Jumita juga telah mengeluarkan uang Rp240.000,00 untuk dua pasang baju yaitu pakaian olahraga dan baju batik. Dia juga tidak setuju anaknya dipindahkan karena akan berdampak pada psikologis anaknya.

Nurcahya, orang tua murid lainnya, juga sudah memasukkan berkas surat-surat pendaftaran asli. Berkas pendaftaran masih ditahan pihak sekolah.

“Alasan dikeluarkan tidak jelas. Cuma katanya tidak diterima dari Dinas Pendidikan karena melebihi kapasitas,” kata Nurcahya, dilansir Kompas, “Bahkan tadi pagi saya bawa anak saya untuk belajar tapi hanya disepelekan di sana.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Asir Mangopo, menjelaskan bahwa 36 siswa tersebut bukan dikeluarkan tetapi dipindahkan ke SD yang belum memenuhi kuota.

Surat Keputusan Wali Kota Palopo menyebutkan bahwa jumlah rombongan belajar per jelas sebanyak 26 siswa. Sebanyak 10 dari 65 SD di Palopo membuka pendaftaran penerimaan siswa baru berbasis online.

“Aturan Pemerintah Kota Palopo hanya membolehkan tiga rombongan belajar per sekolah dengan jumlah siswa hanya 84 di SD 12 Langkanae,” katanya.

SDN 12 Langkane menerima siswa dengan jumlah melebihi ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Kota Palopo. Padahal, sebanyak 55 SD di Palopo yang tidak berbasis online masih kekurangan 906 murid.

Maka dari itu, kelebihan siswa yang sudah diterima di SDN 12 Langkane akan dipindahkan ke sekolah lain. Dengan demikian, mereke tetap bisa bersekolah.

Mengenai pembayaran sebesar Rp240.000,00 per murid, Asir mengaku tidak tahu-menahu. Dia berjanji akan mencari tahu dan akan mengambil tindakan apabila termasuk pungutan liar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here