Home Berita Pilihan Belasan Pohon di Taman Nasional Ditebang, Warga Pangrango Protes

Belasan Pohon di Taman Nasional Ditebang, Warga Pangrango Protes

SHARE
Belasan Pohon di Taman Nasional Ditebang, Warga Pangrango Protes (foto: Kompas)
Belasan Pohon di Taman Nasional Ditebang, Warga Pangrango Protes (foto: Kompas)

Sukabumi – Sebanyak 16 pohon dari jenis Damar (Agathis dammara) ditebang karena lahannya akan digunakan untuk pembangunan sarana prasarana pendukung wisata alam di Resort Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Aksi penebangan belasan pohon tersebut mendapat kecaman warga terutama pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan konservasi alam.

Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) yang berjaringan dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat termasuk salah satu pihak yang menyesalkan penebangan pohon yang dilakukan oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tersebut.

“Penebangan pohon ini menunjukkan ketidakpedulian negara terhadap fungsi kawasan,” kata Ketua F3KI Jawa Barat, Dedi Kurniawan, Selasa (7/8) malam, dilansir Kompas.

Menurut Dedi, pembangunan sarana prasarana pendukung wisata alam seharusnya mengedepankan kepentingan konservasi walaupun untuk kepentingan pemanfaatan. Banyak cara proses pemanfaatan untuk kepentingan wisata di dalam kawasan konservasi yang tidak harus merusak dan menebang pohon.

Lebih lanjut, F3KI meminta Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk segera mengkaji dasar alasan penebangan tersebut meskipun penebangan telah mendapatkan izin melalui berita acara yang ditandatangani setingkat kepala resort.

“Kepala Balai Besar TNGGP wajib bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukan pegawai atau pihak ketiga yang telah melakukan penebangan,” pinta dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNGGP, Wasja, menjelaskan bahwa tujuan utama penebangan belasan pohon itu adalah untuk kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Setelah itu, lahan bekas pohon yang telah ditebang akan dibangun sarana prasarana wisata alam dan jembatan gantung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here