Home Berita Pilihan Masuk Ranah Privat, Lurah Akui Prostitusi Kalibata City Sulit Dihapus

Masuk Ranah Privat, Lurah Akui Prostitusi Kalibata City Sulit Dihapus

SHARE
Apartemen Kalibata City
Apartemen Kalibata City

Jakarta – Lurah Rawajati, Rudi Budijanto, mengatakan bahwa ada perbedaan praktik prostitusi di dalam dan di luar kompleks Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Prostitusi di dalam apartemen diakui sulit diawasi sebab masuk ruang privat. Maka dari itu, praktik bisnis ini sulit dihapus.

“Berbeda dengan yang mangkal di jalan, Dinas Sosial bisa langsung melakukan penjangkauan,” kata Rudi, Kamis (9/8), dilansir Tempo.

Warga perlu dilibatkan untuk membantu membongkar praktik prostitusi di Kalibata City. Dia mencontohkan, polisi dapat mengungkap praktik prostitusi di apartemen 18 tower tersebut pada Kamis (2/8) setelah mendapatkan laporan dari warga penghuni.

Untuk kepentingan pengawasan, dibentuklah 14 RT di 18 tower apartemen Kalibata City. Dari sekitar 13.000 unit apartemen, hanya 30% yang merupakan milik tetap warga. Sekitar 70% unit apartemennya disewakan.

Menurut Rudi, proporsi tersebut membuat peluang terjadinya penyalahgunaan fungsi unit apartemen yang cukup besar. Apalagi, tambahnya, ada unit yang disewakan harian.

Sebelumnya, polisi menangkap 32 orang setelah menggerebek praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City pada Kamis (2/8). Dari 32 orang, 17 orang di antaranya adalah perempuan penjaja seks.

Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Satu orang di antaranya berperan sebagai muncikari sedangkan dua orang lainnya berperan sebagai agen pemasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here