Home Berita Pilihan Suhu di Surabaya Turun 2 Derajat Berkat Banyaknya Taman Kota

Suhu di Surabaya Turun 2 Derajat Berkat Banyaknya Taman Kota

SHARE
Pemkot Surabaya dan Masyarakat Bahu-membahu Mewujudkan Taman Kota yang Asri (foto: Tempo)
Pemkot Surabaya dan Masyarakat Bahu-membahu Mewujudkan Taman Kota yang Asri (foto: Tempo)

Surabaya – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengaku proyek taman kotanya berhasil menurunkan suhu udara di kota tersebut hingga 2 derajat Celsius. Taman dan hutan kota membuat Surabaya makin nyaman.

Sebelum proyeknya berjalan, suhu rata-rata Kota Surabaya adalah 34-36 derajat Celsius. Adanya taman dan hutan kota serta program-program lingkungan seperti car free day terbukti dapat menurunkan suhu di kota yang mempunyai julukan Kota Pahlawan tersebut.

Risma, pada Kamis (13/9) mengatakan bahwa pihaknya sedang mengerjakan pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di Indonesia.

“Kami telah melakukan revitalisasi sungai sehingga inilah yang berpengaruh pada penurunan suhu di Surabaya,” katanya, dilansir Tempo.

Setiap tahunnya, Pemerintah Kota Surabaya membangun 10 hingga 20 taman di berbagai titik di kota tersebut. Mereka juga berhasil membangun dua lokasi hutan dan 10-15 lapangan olahraga.

Atas keberhasilan proyek-proyek tersebut, Risma mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya,  penghargaan internasional “The 2013 Asian Townscape Sector Award” dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2013 lalu.

Risma menerima penghargaan tersebut di Fukuoka, Jepang. Taman Bungkul Surabaya adalah satu-satunya taman di Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi yang didukung PBB itu.

Taman Bungkul Surabaya memiliki luas 10.000 meter persegi. Fasilitas modern seperti jogging track, skateboard arena, akses internet nirkabel, dan taman bermain anak sudah disediakan di taman tersebut. Para warga juga dapat bersosialiasi di taman secara nyaman karena suasananya kondusif.

Risma menganggap Taman Bungkul sebagai lambang keindahan dan kesetaraan. Di sana, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, balita maupun lansia. Dia pun menyebut taman itu sebagai miniatur mimpi-mimpinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here