Home Berita Pilihan Polisi Tangkap Penyebar Hoax #MahasiswaBergerak

Polisi Tangkap Penyebar Hoax #MahasiswaBergerak

SHARE
ilustrasi hoax (foto: istockphoto)
ilustrasi hoax (foto: istockphoto)

Jakarta – Empat orang pemilik akun media sosial yang menyebarkan hoax dengan tagar #MahasiswaBergerak ditangkap Bareskrim Polri. Mereka menyebarkan berita bohong tentang simulasi penanganan demo di Gedung Mahkamah Konstitusi. Dalam hoax yang kemudian viral itu, mereka memelintir simulasi demo itu sebagai unjuk rasa mahasiswa.

Direktur Siber Bareskrim, Brigjen Rachmad Wibowo, pada Senin (17/9) mengatakan bahwa penyebaran berita bohong itu dapat menimbulkan keonaran di tengah masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) dan Pasal 15 UU No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Polisi menangkap empat orang tersangka dalam serangkaian operasi terpisah. Gun Gun Gunawan, seorang tersangka yang ditangkap di Bandung, menggunakan akun Facebook atas nama Wawan Gunawan. Dia mengaku menyiarkan berita bohong setelah mendapatkan informasi dari grup WhatsApp relawan salah satu capres tanpa mengonfirmasi terlebih dahulu kebenaran berita.

Postingan Facebook-nya telah dikomentari sebanyak 312 kali dan telah 5.400 kali dibagikan. Tersangka memiliki teman Facebook sejumlah 2.138 orang.

Seorang tersangka lainnya ditangkap di Jakarta. Dia bernama Suhada Al Syuhada Al Aqse. Suhada menyebarkan berita bohong melalui akun Facebook-nya yang diberi nama Syuhada Al Aqse.

“Pelaku menulis caption : JAKARTA SUDAH BERGERAK, MAHASISWA SUDAH BERSUARA KERAS DAN PESERTA AKSI ME(N)GUSUNG TAGAR #TurunkanJokowi MOHON DIVIRALKAN KARENA MEDIA TV DIKUASAI PERTAHANA,” imbuh Rachmad, dilansir Berita Satu.

Postingan tersebut mendapatkan komentar sebanyak 5.200. Pengguna Facebook telah membagikan konten sesat tersebut sebanyak 98.000 kali.

Muhammad Yusuf, tersangka yang dibekuk di Cianjur, menggunakan akun Facebook atas nama DOI untuk membuat pesan menyesatkan. Dia menulis “Boikot Metro TB (karena) Melakukan Pembodohan Publik”. Jumlah anggota grup Facebook tersebut adalah 115.072 akun.

Terakhir, Nugrasius dengan akun Facebook bernama Nugra ze menyebarkan berita bohong setelah memperoleh informasi dari grup WhatsApp KA KAMMI. Dia mengunggah informasi sesat tersebut langsung ke Facebook miliknya.

“Akun tersangka memiliki 1.557 teman dan konten ini telah dikomentari 97 kali dan 30.000 kali dibaca. Pelaku ditangkap di Samarinda,” tutup Rachmad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here