Home Dunia Amerika Orang Tak Dikenal Kirim Paket Bom Pipa ke Bekas Presiden Amerika Serikat

Orang Tak Dikenal Kirim Paket Bom Pipa ke Bekas Presiden Amerika Serikat

SHARE
Paket bom pipa yang diterima kantor biro CNN
Paket bom pipa yang diterima kantor biro CNN

Washington D. C. – Barack Obama, Hillary Clinton, kantor media CNN, dan sejumlah politisi Demokrat mendapat kiriman paket misterius berisi bom pipa. Paket ini sudah diamankan kepolisian AS.

Deputi Komisioner Kepolisian New York Bidang Intelijen dan Kontra-terorisme, John Miller, mengungkapkan penemuan ini dalam jumpa pers yang diselenggarakan pada Rabu (24/10) waktu setempat. Menurut  FBI, aksi pengiriman paket bom ini adalah tindakan terorisme.

Petugas lainnya mengatakan bahwa paket ini mirip dengan paket bom yang dikirim dan dicegat petugas di rumah konglomerat George Soros pada Senin (22/10). Soros adalah salah satu penyumbang untuk Partai Demokrat. Bom tersebut sudah diledakkan.

FBI mengatakan bahwa paket dikirim dalam amplop besar. Alamat pengirimnya tertulis “Debbie Wasserman Shultz”. Chicago Tribune menyebutkan bahwa nama tersebut merupakan ejaan keliru dari  “Debbie Wasserman Schultz”. Schultz adalah wakil rakyat dari negara bagian Florida dan pernah menjadi pimpinan Demokrat. Amplop tersebut dipasangi enam buah perangko.

Kantor Biro CNN di New York juga menerima paket bom pipa ini. Akibatnya, semua pengguna Gedung Time Warner, lokasi biro BNN itu, dievakuasi keluar ruangan. Gedung ini terletak di kawasan sibuk di dekat Central Park.

Adapun politisi yang juga menerima paket ini adalah Eric Holder dan Maxine Waters. Holder adalah jaksa agung pada era Obama, sedangkan Waters adalah wakil rakyat dari Partai Demokrat.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab mengirimkan paket berisi bom pipa ini. Wali Kota New York, Bill de Blasio, menilai teror bom ini mencoba melemahkan kebebasan media dan para pemimpin negara. Selain itu, de Blasio membantah jika paket-paket bom itu adalah upaya hoaks oleh kelompok liberal. Bom tersebut benar-benar ada.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, dan Sekretaris Media, Sarah Huckabee Sanders, mengutuk tindakan pengiriman itu dan menyebutnya sebagai “menjijikkan”. Meskipun dikenal sering melontarkan serangan verbal kepada tokoh Partai Demokrat, Trump mengajak semua pihak untuk bersatu dan mengecam tindakan terorisme tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here