Home Berita Pilihan Lisensi First Media, Bolt, dan Jasnita Dicabut Kominfo

Lisensi First Media, Bolt, dan Jasnita Dicabut Kominfo

SHARE
First Media
First Media

Jakarta – Tiga perusahan telekomunikasi tidak diperbolehkan menggunakan frekuensi 2,3 GHz setelah dicabut lisensinya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Senin (19/11). Ketiga perusahaan tersebut adalah PT First Media Tbk (KBLV), PT Internux (Bolt), dan PT Jasnita Telekomindo.

Keputusan pencabutan lisensi ini dibenarkan oleh Plt Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, melalui pesan singkat kepada media CNN Indonesia. Pencabutan ini dilakukan karena hingga batas akhir Sabtu (17/11) pukul 23.59 WIB, ketiga operator tidak melakukan pelunasan utang BHP frekuensi.

“Kami sedang memproses penyiapan SK Pencabutan Frekuensi Radio kepada ketiga operator. Hari ini kami akan keluarkan SK Pencabutan tersebut,” imbuhnya, dilansir CNN Indonesia.

Ketiga perusahaan tersebut tidak menanggapi tiga surat peringatan dari Kemenkominfo. Jika setelah ada SK Pencabutan Izin Penggunaan Frekuensi 2,3 GHz ketiganya tetap tidak menghentikan layanan, maka layanan tersebut dianggap ilegal dan sudah masuk ranah pidana.

Sebagai informasi, PT First Media Tbk (KBLV) dan Bolt menunggak kewajiban membayar BHP frekuensi radio di 2,3 GHz untuk tahun 2016 dan 2017. Jumlah tunggakan pokok dan dendanya masing-masing Rp 364.840.573.118 (Rp 364 miliar), sedangkan Bolt menyentuh angka Rp 343.576.161.625 (Rp343 miliar).

Total tunggakan plus denda Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio tahun 2016 dan 2017 kedua anak perusahaan Grup Lippo ini mencapai Rp 708 miliar. Sementara tunggakan plus denda PT Jasnita disebut mencapai Rp 2,197 miliar.

Langkah pencabutan lisensi tersebut sesuai dengan Pasal 83 ayat 1 PM Kominfo Nomor 9 tahun 2018 tentang ketentuan Operasional Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio. Ketiganya sudah terlebih dahulu diundang Kemenkominfo untuk berkoordinasi menyelesaikan tunggakan. Namun, mereka tidak memenuhi undangan tersebut. Ketiganya hingga kini juga masih belum memberikan tanggapan soal keputusan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here