Home Berita Pilihan Pramugari Tak Sengaja Siram Air Panas ke Penumpang, Garuda Ganti Rugi Rp200...

Pramugari Tak Sengaja Siram Air Panas ke Penumpang, Garuda Ganti Rugi Rp200 Juta

SHARE
Garuda Indonesia (foto: landor)
Garuda Indonesia (foto: landor)

Jakarta – Maskapai Garuda Indonesia harus membayar ganti rugi sebesar Rp200 juta kepada B. R. A. Kosmariam Djatikusumo. Kosmariam menggugat PT Garuda Indonesia setelah dirinya tersiram air panas oleh pramugari saat terbang pada Desember 2017.

Gugatan tersebut dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang dipimpin Marulak Purba. Anggota mejelis tersebut adalah Agustitus Setya Wahyu Triwiranto dan Titik Tejaningsih. Dalam amar putusan majelis hakim, Garuda disebut melakukan perbuatan melawan hukum dan diminta membayarkan ganti rugi immateriil sebesar Rp200 juta.

“Kami apresiasi atas putusan hakim. Kami akan konsultasikan ke klien kami hasil putusan tersebut, kemungkinan banding akan kami lakukan,” ujar David Tobing, kuasa hukum penggugat saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (22/1).

Menurut David Tobing, besaran ganti rugi immateriil yang dikabulkan oleh majelis hakim itu sangat beralasan. Pasalnya, bekas luka di dada Kosmariam tidak bisa hilang atau menimbulkan cacat tetap. Salah satu pertimbangan majelis hakim mengabulkan gugatan adalah karena penggugat mengalami rasa kesedihan dan kecewa yang menyiksa batinnya sebagai seorang perempuan. David mengatakan bahwa peristiwa tersebut merenggut kesenangan hidup kliennya baik saat menderita sakit secara fisik hingga sekarang.

Menurut David, Garuda Indonesia semestinya meringankan beban penderitaan penumpangnya secara aktif dengan memberikan pengobatan maksimal. Sejauh ini, kata David, pihak maskapai baru memberikan biaya pengobatan atas luka sebanyak Rp18 juta.

David memastikan untuk membuka kemungkinan banding karena majelis hakim hanya mengabulkan sebagian dari gugatan yang diajukan yaitu ganti rugi immateriil. Tuntutan terhadap ganti rugi materiil diketahui tidak dikabulkan oleh majelis hakim.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu mengecek putusan pengadilan dan mengonsultasikannya kepada pengacara sebelum memberikan pernyataan resmi.

Sebelumnya, gugatan perbuatan melawan hukum terhadap PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 215/PDT.G/2018/PN.JKT.PST.

Gugatan diajukan setelah pada 29 Desember 2017, penggugat selaku penumpang maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-264 rute Jakarta-Banyuwangi merasa dirugikan akibat tindakan Pramugari Garuda Indonesia. Saat meal and beverage serving, pramugari menumpahkan 2 (dua) gelas air panas hingga mengguyur tubuh Koosmariam yang mengakibatkan penggugat mengalami cacat tetap.

Dengan mengacu ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara, penggugat meminta Garuda Indonesia untuk bertanggungjawab untuk memberikan ganti rugi materiil sebesar Rp1.250.000.000,- (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) dan ganti rugi immateriil sebesar Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here