Home Peristiwa Politik Soal Indonesia Barokah, Jokowi Mengaku Belum Membaca

Soal Indonesia Barokah, Jokowi Mengaku Belum Membaca

SHARE
Joko Widodo
Joko Widodo

Jakarta – Joko Widodo, calon presiden petahana, mengaku belum pernah membaca tabloid Indonesia Barokah. Isi dari tabloid tersebut dianggap menyudutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Saya baru mau cari. Kamu sudah baca belum? Kalau nanti sudah dapat, saya baru baca, baru saya nanti komentar,” kata Jokowi usai peringatan Harlah ke-73 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (27/1), dilansir Berita Satu.

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga telah melaporkan tabloid Indonesia Barokah kepada polisi karena isinya tendensius dan memojokkan pasangan yang mereka dukung. Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu bersama Dewan Pers telah melakukan kajian terhadap tabloid tersebut. Mereka ingin tahu apakah produk jurnalistik tabloid tersebut benar memojokkan peserta pemilu tertentu.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa tidak seharusnya tabloid Indonesia Barokah diedarkan di masjid-masjid. Khotbah dan pengajian juga tidak boleh berbau kampanye atau politik praktis.

Meskipun demikian, pemerintah tidak bisa memaksakan penghentian peredaran selebaran-selebaran bertuliskan “Say No to Jokowi-Ma’aruf” di Magelang, Jawa Tengah, dan Tasikmalaya, Jawa Barat, akhir-akhir ini. Apalagi, jika tidak ada yang bersedia melapor atau merasa dirugikan dengan peredaran selebaran itu.

“Tapi, saya dengar, sudah ada melapor dari masing-masing. Kalau tak ada melapor, kan, bagaimana polisi itu bisa bertindak,” katanya, dilansir Tempo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here