Home Berita Pilihan Punya Kebiasaan Tata Motor Sesuai Merek dan Warna, Satpam SMAN 4 Tangsel...

Punya Kebiasaan Tata Motor Sesuai Merek dan Warna, Satpam SMAN 4 Tangsel Dapat Penghargaan

SHARE
Slamet Gunaedi
Slamet Gunaedi

Jakarta – Satpam SMAN 4 Tangerang Selatan, Slamet Gunaedi, akhir-akhir ini sering dibicarakan warganet karena kebiasaannya menata motor anak sekolah sesuai merek dan warna. Kebiasaan unik ini menggugah Polres Tangerang Selatan untuk memberikan penghargaan kepadanya.

Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Arman, menyerahkan penghargaan sebagai satpam inovatif kepada Slamet pada Jumat (1/2) kemarin. Satpam berusia 47 tahun itu dinilai inovatif dan peduli kepada pelajar SMAN 4 Tangerang Selatan.

“Motor-motornya dirapiin dan lebih uniknya lagi dibikin per merek dan per warna,” ujar Arman, dilansir Kompas.

Slamet memang merapikan motor tidak hanya agar rapi tetapi juga enak dipandang. Tindakannya dianggap mengajarkan kedisiplinan dan ketertiban.

Menurut Slamet, dia memang memiliki inisiatif untuk merapikan motor-motor pelajar sekolah tersebut setiap hari, mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Untuk memudahkan pekerjaannya, dia selalu mengingatkan kepada para siswa untuk tidak mengunci stang motornya.

“Karena saya hobi ketertiban. Selain itu, juga memudahkan pemilik kendaraannya. Misalnya, waktu dia izin sakit. Kalau berserakan dia kan susah ngeluarinnya,” demikian alasan Slamet menyusun motor dengan rapi dan sesuai merek serta warna.

Kebiasaan tersebut sudah dilakukannya selama 19. Dia memilih untuk mengerjakannya seorang diri karena mempunyai pengalaman tidak mengenakkan. Dia pernah sekali meminta bantuan seseorang untuk membantunya merapikan kendaraan sekolah. Namun, orang itu mengambil sejumlah barang yang tertinggal di sepeda motor.

Slamet yang berstatus pegawai honorer ini mengaku sering terlambat digaji. Untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, dia bekerja sampingan sebagai sopir ojek online selepas jam sekolah.

“Kalau gajian bisa dua tiga bulan sekali, nunggu SMS (mobile banking) dari Bank Banten. Gaji saya Rp1,25 juta, uang kontrakan Rp1,7 juta, belum pulsa, listrik. Ya, ngojek lah habis Magrib buat anak sekolah, buat jajan sekolah. Tapi, meski begitu, Alhamdulillah, ketemu saja jalannya,” kata Slamet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here