Home Peristiwa Hukum dan Kriminalitas Polisi Tangkap Suami-Istri Diduga Menggelapkan Uang Valas

Polisi Tangkap Suami-Istri Diduga Menggelapkan Uang Valas

SHARE
Ilustrasi valuta asing
Ilustrasi valuta asing

Jakarta – Pasangan suami-istri berisial LW dan GRH ditangkap petugas Sub Direktorat Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya karena diduga menipu dan menggelapkan uang korban dengan modus transaksi penukaran mata uang atau valuta asing.

Penangkapan pasutri itu berawal dari empat laporan yang diterima polisi. Kemudian, Polda Metro Jaya membentuk tim penyelidik untuk menangkap dan menetapkan pasutri tersebut sebagai tersangka.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, LW dan GRH diduga telah melakukan penipuan hingga belasan miliar rupiah. Salah satu korban berinisial S mengaku rugi Rp2,3 miliar. Tiga korban lainnya yang berinisial M, Y, dan H masing-masing rugi Rp3,8 miliar, Rp700 juta, dan Rp5 miliar. Para korban berasal dari beberapa daerah yaitu Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Surabaya, dan Medan.

Kedua tersangka bekerja di tempat penukaran mata uang atau valuta asing dan ekspor impor. Para korban adalah pengusaha yang akan mengirimkan uang dan barang ke luar negeri.

Kasus ini, kata Kasubdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Harun, berawal dari cerita mulut ke mulut. LW dan GRH disebut-sebut bisa melakukan transaksi valuta asing melalui transfer dengan selisih nilai yang cukup menarik daripada di bank.

“Akhirnya mereka (korban) terpikat karena ada keinginan untuk mentransfer atau mengubah bentuk dari rupiah ke valas atau valuta asing, karena selisih yang menarik. Ada selisih lebih banyak dari pada bank,” jelas Harun, dilansir Berita Satu.

Setelah korban transfer, kedua tersangka membuat bukti transaksi perbankan palsu untuk meyakinkan korban bahwa transaksi sudah dikirim.

“Jadi korban sudah memberikan uang, niatnya untuk dikirim ke rekan bisnisnya di luar negeri, namun tersangka membuat transaksi palsu,” tandas Harun.

Menurut penyelidikan petugas, para tersangka diduga menipu dan menggelapkan uang ini untuk menutupi utang-utang mereka. Akibat perbuatan mereka, kedua tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 10 tahun 1998 dan atau Pasal 3 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here