Home Berita Pilihan Tiga Bocah Kena Granat TNI, Satu Meninggal Dunia

Tiga Bocah Kena Granat TNI, Satu Meninggal Dunia

SHARE
Ilustrasi granat nanas (foto: vivanews)
Ilustrasi granat nanas (foto: vivanews)

Jakarta – Tiga bocah asal Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, terkena ledakan granat TNI  pada Kamis (14/2) pukul 12.00 WIB. Satu dari ketiga anak tersebut meninggal dunia karena luka-luka parah di bagian kepala.

Sarbini (52), warga setempat, mendengar suara ledakan dari arah lapangan tembak milik TNI di gunung kapur, Kampung Padati Mondok. Sebelumnya, dia mengira suara tersebut adalah suara latihan para TNI. Namun, belakangan, dia baru mendapatkan informasi bahwa ada kejadian anak kena granat.

“Pas sampai, sudah ramai orang dan tiga anak sudah terkapar,” kata Sarbini saat mendatangi lokasi yang berjarak kurang lebih satu kilometer, dilansir Tempo.

Tiga korban tersebut adalah Muhammad Ibnu Mubarok (10), Fahrul Islami (10), dan Muhammad Doni Fauzan (14).

Ibnu meninggal dunia sedangkan Doni dan Fahrul masih kritis.

Menurut Kapolsek Cibungbulang, Komisaris Agus, ketiganya bermain di gunung kapur dan menemukan granat aktif milik TNI.

“Karena ketidaktahuan mereka memainkan granat itu dengan cara dipukul pukul,” kata Agus ditemui Tempo di lokasi.

Granat tersebut, kata Kepala Penerangan Korem 061/Surya Kencana, Mayor Infantri Ermansyah, adalah sejenis granat GLM. Dia belum bisa memastikan asal granat tersebut dan mengapa bisa ada di gunung kapur tersebut. Saat ini, TNI sedang melakukan penyelidikan terkait kasus itu.