Home Peristiwa Bencana Alam Peneliti LIPI Khawatirkan Kondisi Jakarta Jika Terjadi Gempa Hebat

Peneliti LIPI Khawatirkan Kondisi Jakarta Jika Terjadi Gempa Hebat

SHARE
Ilustrasi tanah bergerak (foto: Vivanews)
Ilustrasi tanah bergerak (foto: Vivanews)

Jakarta – Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto, mengatakan bahwa wilayah DKI Jakarta yang berada di tepian pantai bisa rusak cukup parah jika terjadi gempa bumi hebat. Tanah di sana termasuk kategori endapan muda dengan sifat relatif lunak. Kekhawatiran ini dia ungkapkan dalam diskusi “Amankah Jakarta dari Tsunami?” di Ancol, Kamis (28/2).

Bangunan yang berdiri di atas tanah lunak mudah roboh jika terjadi goncangan keras jika dibandingkan dengan bangunan yang berdiri di atas tanah keras. Amplifikasi gempa akan lebih kuat jika terjadi di tanah lunak.

Kasus gempa magnitudo 3,3 di sesar Lembang pada tahun 2011 silam merusak 385 rumah. Diketahui, kondisi tanah di sana lunak dan bangunan tidak berkualitas. Sementara itu, gempa dengan magnitudo 8,3 di Bengkulu pada tahun 2007 menewaskan tiga orang karena kondisi tanah lebih keras daripada di Lembang. Ini membuat amplifikasi gempa tidak terlalu kencang.

“Jadi, kalau kita membangun rumah dan ada pilihan di sebelahnya tanah yang keras, gamping misalnya, dan sebelahnya adalah pasir, maka dari perspektif keamanan gempa kita akan memilih yang gamping,” kata Eko, dilansir Kompas.

Selain Jakarta, mayoritas ibu kota provinsi di Indonesia mempunyai potensi yang sama. Ini disebabkan karena letak mayoritas ibu kota provinsi tersebut terletak di pesisir pantai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here