Home Berita Pilihan Yuk Mengenal Kereta Ekonomi Majapahit

Yuk Mengenal Kereta Ekonomi Majapahit

SHARE

Kereta Ekonomi Majapahit

Anda suka bepergian dengan kereta api? Kelas kereta api apa yang biasa anda gunakan? Apakah anda pengguna kereta api ekonomi? Kereta api mengoperasikan beberapa kelas yang ada pada gerbongnya, seperti yang sering anda dengar, kelas kereta api terdiri dari kelas bisnis, eksekutif dan ekonomi, bahkan kini ada kelas luxury. Apakah anda tahu bahwa kelas ekonomi pada kereta api mempunyai subkelas juga? Disini kita akan mencari tahu subkelas dari kereta ekonomi dan juga mengetahui lebih dalam tentang salah satu kereta ekonomi andalan yaitu kereta Majapahit.

Macam-macam kereta ekonomi

Kereta ekonomi menjadi  kelas ekonomi favorit masyarakat tidak hanya karena harga tiketnya yang lebih murah dan pas di kantong namun juga fasilitas nya yang tetap mengutamakan kenyamanan penumpangnya. Dari air conditioner atau AC, kebersihan toilet serta kursi yang nyaman membuat pilihan kelas ekonomi tidak jauh berbeda dibandingkan kelas-kelas di atasnya. Kelas ekonomi memiliki emoat jenis subkelas yang berbeda di segi interior, fasilitas dan jenis kursinya. Dengan adanya subkelas ini penumpang memiliki pilihan yang bisa disesuaikan dengan budget serta kenyamanan masing-masing.

  1. Ekonomi AC

Pada subkelas ekonomi AC model kursi yang digunakan adalah jenis kursi panjang yang berhadapan. Kapasitas dari kursi panjang ini dapat menampung sebanyak 106 penumpang di dalam satu gerbong. AC split digunakan dalam jenis gerbong subkelas ini. Beberapa kereta yang masuk dalam kategori ekonomi AC adalah Gaya Baru Malam Selatan, Logawa, Progo, Sri Tanjung, Pasundan, Serayu, Kahuripan dan Matarmaja.

  1. Ekonomi Ac plus

Berkapasitas sebanyak 60 hingga 80 penumpang gerbong sub kelas ini mempunyai tempat duduk yang berhadapan.  Kursi dari kelas ini adalah tipe 2-2 dan dilengkapi dengan AC sentral. Subkelas ini memiliki jenis pintu yang khas yang disebut pintu kupu-kupu serta mempunyai jendela yang juga khas. Yang masuk ke dalam kategori subkelas ini adalah Jayabaya, Gajahwong, Bogowonto, serta Jaka Tingkir.

  1. Ekonomi New Image 2016

Interior elegan yang dimiliki oleh sub kelas ini menyerupai kelas kereta eksekutif dan menawarkan kenyamanan yang juga lebih. Fasilitas yang ditawarkan adalah AC, televisi dan tempat duduk standar ekonomi sebanyak 80 di setiap gerbongnya. Dengan model kursi yang berbeda dari 2 subkelas yang sebelumnya, kursi di kereta kelas ini merupakan kursu yang menghadap ke satu arah seperti yang ada di bus. Dikarenakan kritik yang diterima dengan alasan jarak sempit antar tempat duduknya, maka PT Kereta Api mendesain ulang subkelas ini. Kini kereta api subkelas ini beroperasi dan menempuh jarak menengah contohnya adalah Sancaka, Ambara Ekspress, Argo Parahyangan dan juga Pangandaran.

  1. Kereta Ekonomi premium

Ini adalah jenis terbaru yang dikeluarkan oleh PT Kereta Api Indonesia . Jenis tempat duduk nya sebagian menghadap ke depan dan sebagian lagi menghadap ke depan berjumlah 40-40. Dilengkapi dengan tuas untuk mengatur sandaran kursi yang nantinya akan bisa membuat penumpang untuk mengubah arah hadap kursi.  Pada gerbong kereta terdapat 4 unit televisi dan juga terdapat lampu baca. Jika anda ingin mencoba jenis kereta ini anda bisa naik salah satu dari kereta berikut ini yaitu Jayakarta Premium, Mataram Premium, Harina, Sribilah serta Mutiara timur.

Kereta ekonomi Majapahit

Kereta ini merupakan jenis kereta ekonomi Ac plus non-PSO dan beroperasi sejak tahun 2009.  Kereta ekonomi majapahit melayani rute perjalanan Malang-Pasar Senen dan sebaliknya. Seperti yang sudah disebutkan diatas karena kereta ini memiliki kelas ekonomi plus AC  yang memiliki fasilitas lengkap dan interior yang modern.

Perjalan Malang ke Pasar Senen dengan kereta Majapahit ini akan memakan waktu perjalanan selama sekitar 15 jam dan melalui Semarang Tawang.  Di sepanjang perjalanan nya kereta ini akan singgah di beberapa stasiun seperti Malang kota lama, stasiun Kepanjen, stasiun Wlingi, stasiun Blitar, Tulungagung, stasiun Kediri, Nganjuk,  Madiun, Paron, stasiun Kedunggalar, stasiun Walikukun, Stasiun solo Jebres, Semarang Tawang kemudian melewati Semarang Tawang, Pekalongan, stasiun Tegal, serta Cirebon Prujakan.  Yang menarik dan membedakan kereta ini dengan lainnya adalah adanya gerbong khusus untuk penumpang difabel dengan kapasitas gerbong 64 tempat duduk.